Kamis, 29 September 2016

Cara Pengiriman Mobil

Awal tahun 2015, tepatnya pada tanggal 1 Januari 2015, saya dan suami pulang ke Jogja. Karena banyak urusan, dengan terpaksa anak kami harus ditinggal di kota Tanjungpinang.
Salah satu urusan yang harus kami selesaikan ialah mengirim mobil dari kota Yogyakarta di Pulau Jawa ke kota Tanjungpinang yang terletak di Pulau Bintan. Wah, jauh banget ya! Iya, tetapi harus kami tempuh. Dan waktu yang kami punya pun terbatas karena tiket pesawat Jogja-Batam sudah di tangan kami. Mau tidak mau, proses mengirim mobil pun harus dimulai dengan membawa mobil ke Jakarta. Berdua, suami dan kakak ipar, mobil pun dikendarai menuju Jakarta. Setiba di Jakarta, ternyata gudang ekspedisi yang akan mengirim mobil ke Tanjungpinang masih penuh. Otomatis mobil tidak diterima di gudang ekspedisi. Terpaksa kami hanya bisa memesan pengiriman mobil. Atas masukan Ibu Mertua, sambil menunggu gudang ekspedisi kosong atau kapal datang (mana yang lebih cepat), mobil pun diparkir di parkir inap bandara. Tempat parkir inap bandara sungguh layak bagi mobil-mobil yang terparkir di sana. Hal itu sebanding dengan harga parkirnya sebesar Rp100.000,00 per hari. Ya sudah, kami pun rela mengeluarkan uang parkir sebesar itu per hari sampai waktu yang tidak ditentukan. Yang penting mobilnya aman dan nyaman serta tidak merepotkan orang karena dititipi, begitu pikir kami.
Setelah mobil aman di Jakarta, suami dan kakak ipar segera terbang menuju Jogja. Dan keesokan harinya, saya dan suami pun terbang ke Batam. Seperti biasa, setibanya di Batam kami melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ferry menuju Tanjungpinang.
Hari-hari berlalu hingga hampir satu pekan kami pun mendapat kabar bahwa kapal sudah datang. Kalau jadi mengirim mobil, kami diharuskan segera membawa mobil ke pelabuhan. Mendengar kabar tersebut, pada pagi harinya suami langsung terbang dari Tanjungpinang menuju Jakarta. Tidak lupa kunci mobil dan semua dokumen (BPKB asli dan fotocopy, STNK asli dan fotocopy, fotocopy KTP dan karcis tanda parkir inap bandara) dibawa serta. 
 
Sesampainya di Jakarta, suami langsung mengendarai mobil dari bandara ke pelabuhan Sunda Kelapa dan bertemu dengan orang ekspedisi. Serah terima pun dilakukan dengan tanda terima di atas meterai Rp6.000,00 dan membayar biaya pengiriman, asuransi dan surat jalan kepolisian. Biaya pengiriman adalah biaya yang harus kami bayar saat mengirim mobil. Karena pengiriman menggunakan kapal dan cuaca tidak menentu, maka kami pun membayar biaya asuransi yang menjamin mobil dengan selamat sampai di Tanjungpinang. Sedangkan surat jalan kepolisian adalah dokumen wajib yang harus ada ketika mobil akan dikirim ke luar pulau.  O iya, pada saat serah terima, jangan lupa mengecek kondisi mobil dan mendokumentasikannya dalam bentuk foto ya.. Ini bermanfaat untuk klaim asuransi dan jika terjadi apa-apa, kita pun sudah mempunyai bukti fotonya.
Urusan serah terima sudah selesai. Suami pun terbang kembali ke Tanjungpinang pada sore harinya dengan tidak lupa membawa pulang BPKB asli, STNK asli dan tanda terima. Selang beberapa hari, kami dihubungi oleh pihak ekspedisi guna mengambil mobil di pelabuhan Batu 6 Tanjungpinang. Mobil diterima dengan menandatangani sejumlah dokumen.Jasa Kirim Mobil
Itulah sekelumit pengalaman kami ketika mengirim mobil antar pulau. Semoga bermanfaat ya;) O iya, dalam hal kirim mengirim pun tidak hanya mobil yang bisa dikirim, motor pun juga bisa dikirim antar pulau, malahan pilihan ekspedisinya pun lebih banyak daripada ekspedisi yang melayani jasa kirim mobil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar